Belakangan ini muncul pemberitaan dari beberapa media nasional yang menyimpulkan bahwa bisnis sedot WC sedang sepi orderan. Kesimpulan tersebut tentu mengundang pertanyaan besar, terutama bagi para pelaku usaha layanan sedot WC maupun masyarakat yang membutuhkan layanan cepat dan mudah. Apakah benar semua penyedia sedot WC mengalami penurunan permintaan? Ataukah kondisi tersebut hanya dialami oleh sebagian pelaku usaha tertentu?
Jawaban yang sebenarnya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”. Karena pada kenyataannya, bisnis sedot WC bisa saja sepi bagi sebagian penyedia, namun tetap ramai dan stabil bagi penyedia lain yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam hal pemasaran digital.
Sebagai pihak yang terhubung langsung dengan banyak mitra sedot WC di berbagai daerah, kami di Infinity Sedot melihat dua sisi berbeda dari kondisi ini. Ada pelaku usaha yang mengaku pesanan menurun drastis, tetapi ada juga yang justru kebanjiran order berkat strategi pemasaran yang tepat.
Mari kita bahas lebih dalam agar gambaran ini dapat lebih jelas.
Table of Contents
ToggleMengapa Media Nasional Mengatakan Bisnis Sedot WC Sepi?
Beberapa media besar yang mengangkat isu ini biasanya mengambil sudut pandang pelaku usaha konvensional yang telah lama menjalankan bisnis sedot WC dengan metode pemasaran lama. Mereka mengaku order menurun, pelanggan berkurang, dan persaingan semakin ketat.
Jika dilihat dari pernyataan tersebut, ada beberapa faktor utama yang menjadi penyebab:
- Banyaknya pendatang baru di bisnis yang sama
- Pesaing yang mulai memanfaatkan internet
- Perubahan perilaku pelanggan dalam mencari jasa
- Tidak adanya pembaruan strategi layanan
Namun penting dipahami: media hanya memotret sebagian pelaku usaha, bukan seluruhnya. Kenyataannya, pelaku usaha yang mengikuti perkembangan teknologi digital justru sedang menikmati pertumbuhan permintaan yang sangat stabil.
Dengan kata lain: kesimpulan “bisnis sedot WC sepi” tidak berlaku untuk semua pelaku usaha, melainkan hanya bagi mereka yang tidak beradaptasi.
Jawaban: Bisa Benar, Tapi Bisa Juga Salah
Agar pembahasannya adil dan tidak berat sebelah, kami membagi jawaban menjadi dua bagian.
A. Bisa Benar: Bisnis Sedot WC Sepi Jika Tidak Mengikuti Perubahan
Ada banyak penyedia jasa yang masih mengandalkan metode pemasaran lama. Cara-cara lama tersebut dulunya efektif, tetapi saat ini tidak lagi relevan. Penyedia yang masih mengandalkan hal seperti:
- Menunggu pelanggan datang sendiri
- Mengandalkan rekomendasi dari mulut ke mulut
- Tidak aktif di internet
- Tidak memiliki identitas digital
…akan merasakan penurunan order karena masyarakat sekarang tidak lagi mencari jasa dengan cara lama.
Di era digital, 90% lebih pelanggan mencari layanan menggunakan internet—baik melalui Google, Facebook, Instagram, maupun WhatsApp Business.
Jika pelaku usaha tidak hadir di tempat yang digunakan pelanggan untuk mencari, maka wajar jika order menjadi sepi.
B. Bisa Salah: Bisnis Sedot WC Tetap Ramai Jika Mau “Go Digital”
Sebaliknya, pelaku usaha yang sudah masuk ke dunia digital justru merasakan permintaan yang stabil, bahkan meningkat.
Perubahan besar ini terjadi karena:
- Orang-orang lebih suka mencari jasa lewat Google
- Website mudah ditemukan melalui SEO
- Iklan Google Ads langsung menjangkau orang yang sedang membutuhkan
- Media sosial membantu meningkatkan kepercayaan
- Informasi kontak mudah diakses
Contoh nyata bisa dilihat pada penyedia sedot WC yang memiliki strategi pemasaran digital terstruktur. Mereka mendapatkan order dari berbagai kanal, bukan hanya dari satu jalur. Dengan demikian, potensi permintaan jauh lebih besar.
Ini membuktikan bahwa bisnis sedot WC tidak sepi—hanya pelaku usahanya yang perlu mengikuti perubahan zaman.
Kesalahan Terbesar Penyedia: Masih Mengandalkan Cara Lama
Dari pengalaman kami bekerja sama dengan berbagai mitra sedot WC, banyak pelaku usaha yang sepi bukan karena tidak kompeten, tetapi karena cara mereka memasarkan jasa tidak lagi relevan.
Salah satu contoh cara lama yang masih banyak dilakukan adalah mengiklankan Sedot WC di Tiang Listrik.
Dulu, cara ini lumayan efektif. Ketika seseorang melihat kebutuhan mendesak dan menemukan nomor telepon di tiang listrik, mereka langsung menghubungi. Tetapi sekarang:
- Orang jarang memperhatikan tulisan di tiang listrik
- Masyarakat lebih percaya layanan yang punya jejak digital
- Banyak nomor tidak jelas identitasnya
- Sulit dibedakan mana yang asli dan palsu
- Pelanggan ingin cek ulasan sebelum pesan jasa
Bukan berarti metode tersebut tidak boleh digunakan, tetapi ketergantungannya pada cara ini adalah alasan utama banyak penyedia merasa order menurun.
Sementara itu, pesaing mereka sudah lebih dulu Go Digital, sehingga jumlah pelanggan yang datang secara alami jauh lebih besar.
Contoh Nyata Pelaku Usaha yang Tidak Sepi Order: CV. Sedot WC Permata Group
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, mari kita lihat contoh nyata bagaimana pemasaran digital membuat sebuah bisnis sedot WC tetap ramai.
Salah satu contoh sukses adalah CV. Sedot WC Permata Group.
Mereka adalah salah satu penyedia layanan sedot WC yang tidak mengalami sepi orderan berkat strategi pemasaran modern yang sangat lengkap.
Permata Group menggunakan berbagai media digital untuk memasarkan jasanya:
- Website resmi
Mengoptimalkan kata kunci lokal agar mudah ditemukan pelanggan. - Facebook
Membangun jangkauan komunitas dan interaksi dengan pengguna. - Instagram
Memperlihatkan dokumentasi hasil kerja, testimoni, dan kontak jelas. - Google Business Profile
Membantu pelanggan menemukan lokasi terdekat, melihat ulasan, dan menghubungi langsung.
Yang membuat performa digital mereka makin kuat adalah penggunaan Jasa SEO Lokal dari ZHIEN Digital Marketing, sehingga situs mereka mudah ditemukan di mesin pencarian seperti Google dan Bing.
Dengan kombinasi lengkap seperti itu, wajar jika order Permata Group justru meningkat, bukan menurun.
Ini bukti nyata bahwa bisnis sedot WC tidak sepi—yang sepi adalah mereka yang masih memakai cara tahun 2000 di tahun 2025.
Mengapa “Go Digital” Sangat Penting bagi Bisnis Sedot WC?
Perubahan perilaku konsumen adalah alasan utamanya. Pada era sebelumnya, pelanggan mungkin mencari jasa sedot WC lewat papan nama, brosur, atau rekomendasi tetangga. Sekarang semuanya sudah berubah.
Beberapa fakta:
- 85% orang mencari layanan darurat melalui Google
- 70% Anda lebih percaya penyedia jasa yang memiliki ulasan dan foto pekerjaan
- 60% pelanggan menghubungi nomor WhatsApp langsung dari Google Business Profile
- 90% pengguna smartphone lebih suka klik kontak online daripada mengetik nomor sendiri
Artinya, bisnis yang tidak ada di internet sama saja hilang dari radar pelanggan.
Digital marketing bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan wajib.
Peran Infinity Sedot dalam Membantu Mitra Mendapat Orderan
Di Infinity Sedot, kami melihat langsung bahwa pelaku usaha yang tidak memiliki akses digital sering tertinggal jauh dari pesaingnya. Karena itu, sistem kami dirancang untuk membantu mitra mendapatkan peluang pelanggan tanpa harus memahami seluruh dunia pemasaran digital.
Model kami sederhana:
- Kami menyediakan platform
- Pelanggan menemukan layanan melalui website kami
- Nomor WhatsApp langsung terhubung ke mitra di daerah tersebut
- Mitra menerima order secara langsung
- Kami mendapatkan keuntungan lewat kerja sama internal
Dengan kata lain, mitra yang sebelumnya tidak punya jejak digital kini bisa bersaing dengan pemain besar melalui platform kami.
Banyak mitra bahkan mengaku order mereka kembali stabil setelah bergabung dengan sistem penghubung yang kami jalankan.
Apa Kamu Pemilik Usaha Sedot WC? Yuk gabung menjadi mitra kami dengan menggunakan Pasang Iklan Sedot WC Eksklusif yang di optimasi SEO Lokal terbaik. Jadikan bisnismu terlihat di semua mesin pencarian.
Jadi, Apakah Bisnis Sedot WC Sepi Order?
Kesimpulan terbesarnya adalah:
Bisnis sedot WC hanya sepi bagi pelaku usaha yang tidak beradaptasi.
Sebaliknya, bagi yang sudah Go Digital, bisnis ini tetap menjanjikan dan ramai.
Perubahan zaman menuntut pelaku usaha untuk muncul di tempat pelanggan mencari jasa. Dan saat ini, tempat tersebut adalah:
- Mesin pencari (Google & Bing)
- Media sosial
- Website resmi
- Google Business Profile
Jika pelaku usaha masih mengandalkan mengiklankan Sedot WC di Tiang Listrik, maka wajar jika mereka merasa kalah bersaing. Sementara itu, penyedia yang memanfaatkan internet justru menikmati arus pelanggan yang stabil.
Contoh sederhananya adalah CV. Sedot WC Permata Group yang menggunakan seluruh kanal digital serta jasa SEO Lokal dari ZHIEN Digital Marketing, sehingga mereka terus muncul di halaman pencarian dan tidak kekurangan order.

Kesimpulan
Pernyataan bahwa bisnis sedot WC sedang sepi tidak sepenuhnya benar. Yang sepi adalah bisnis yang tidak mengikuti perkembangan digital.
Pelaku usaha yang masih mengandalkan cara lama semakin sulit bersaing, apalagi ketika pelanggan kini lebih percaya pada layanan yang memiliki jejak digital kuat, mulai dari website, media sosial, hingga ulasan Google.
Sebaliknya, penyedia yang Go Digital justru menikmati permintaan stabil bahkan meningkat. Contoh nyatanya adalah CV. Sedot WC Permata Group yang sukses memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Kami di Infinity Sedot percaya bahwa masa depan bisnis sedot WC masih sangat cerah—asal pelaku usaha mau beradaptasi dan masuk ke dunia digital, karena di era ini, pelanggan mencari layanan di internet, bukan di tiang listrik.











